Dia tidak pernah berubah, akupun tidak. Tetapi aku tetap perlu membetulkan hati.
Tahun 2010. Pertemuan pertama kita waktu itu, membekas dengan jelas dalam ingatanku. Kamu yang kala itu sedang asik bermain keyboard dan aku yang baru datang. Terkesima tampaknya, aku tertegun memandangmu yang adalah anak baru dalam perkumpulan ini. Cinta pandangan pertama? Bisa jadi. Begitu banyak laki-laki yang bisa bermain musik tapi mengapa pandangan ini hanya tertuju padamu? Kata orang, ini cinta monyet. Sebab waktu itu aku masih kelas 2 SMP dan kamu yang berada di bawah ku dua tahun tapi sekolah lebih cepat, sehingga menjadi adik kelas yang duduk di bangku kelas 1 SMP. Kembali lagi diingatkan orang, bahwa ini cinta monyet. Hahaha, aku hanya tertawa, karena aku tidak tahu kalau cinta monyet ini akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan selama 10 tahun. Aku paling suka melihat tawamu, kehadiranmu di perkumpulan ini makin membuatku bersemangat tiap menyambut hari Sabtu. Jelas, ketika kamu sedang tidak bisa datang karena satu dan lain hal, membuatku sedih dan mencari-cari dirimu. Di...